Pokok Doa  |  Link  |  Peta Situs
Email: Password:   Lupa Password?
Hidupi Firmanku di Zamanmu!
oleh Multina Yusuf Tandi, SKM: 23-01-2017, Dibaca: 235 kali

“Hidupi Firmanku  di Zamanmu!”

Dalam Kejadian pasal 1, Allah menciptakan langit dan bumi serta isinya dengan sangat baik bahkan manusia diciptakan menurut gambar dan rupaNya. Tujuan Allah menciptakan semuanya adalah untuk memuliakan namaNya (Roma 11:36). “Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu,….” (Kejadian 1:28), ini adalah perintah Allah kepada manusia dan perintah inilah yang disebut sebagai mandat budaya. Allah mengiginkan agar manusia bisa bertanggung jawab untuk menjaga dan memelihara seluruh ciptaanNya. Namun karena manusia tidak dapat menahan hawa nafsunya, lebih memilih untuk memakan buah yang dilarang oleh Tuhan (Kejadian 3), akhirnya manusia jatuh kedalam dosa dan manusia mengenal dosa. Sejak saat itulah hubungan antara Allah dan manusia menjadi rusak.

Dampak dari dosa itu pun dirasakan terus menerus sampai saat ini. Kondisi dunia setiap hari bertambah rusak. Dari generasi ke generasi berikutnya pun tidak mengalami perubahan yang lebih baik justru semakin jatuh kedalam dosa, mulai dari terjadinya perang dunia pertama dan perang dunia kedua. Kemudian memasuki generasi baby boomer (1946-1964) yang memiliki banyak saudara, dampak  pasangan yang berani punya banyak keturunan. Generasi X (1965-1980) sebagai  awal penggunaan personal komputer, video games, TV kabel, dan internet, memiliki perilaku negatif seperti tidak hormat pada orang tua, mulai mengenal musik punk dan mencoba menggunakan ganja. Generasi Y (1981-1994) yang banyak menggunakan teknologi komunikasi instan seperti email, SMS, dan media sosial seperti Facebook dan Twitter dan suka  game online. Generasi Z (1995-2010) hampir memiliki kesamaan dengan generasi Y dan generasi ini adalah generasi digital  yang  sangat suka dengan  teknologi informasi dan berbagai aplikasi komputer. Kemudian yang terakhir adalah generasi Alpha (2011-2025) yang tentunya mereka lebih banyak menghabiskan waktu dengan gadget atau ponsel mereka dibandingkan harus bersosialisasi dengan orang-orang disekitarnya. Sadarkah kita akan kondisi ini?

Manusia tidak menyadari bahwa bumi dan seluruh isinya adalah milik Allah sepenuhnya dan manusia tidak punya hak sedikit pun untuk menggunakannya dengan sembarangan apa lagi sampai merusaknya. Tetapi yang terjadi adalah manusia hanya bisa terus melihat kondisi bumi yang semakin rusak dan manusia pun semakin menikmati dosa itu. Apakah Allah menginginkan hal itu? Tentu saja tidak. Apa yang diinginkan Allah untuk kita lakukan dengan kondisi dunia yang seperti ini? Caranya adalah dengan menghidupi Firman-Nya. Siapakah Firman itu? Didalam Yohanes 1:1 “Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah”. Jadi Firman itu adalah Allah sendiri. Bagaimana caranya untuk dapat menghidupi Firman itu? Yang harus kita lakukan adalah yang pertama, percaya dan mengenal Firman-Nya. Bagaimana mungkin kita mau menghidupi Firman-Nya sedangkan kita sendiri tidak percaya dan tidak mengenalNya? Ini adalah langkah awal yang harus kita lakukan supaya kita tahu langkah berikutnya yang harus kita ambil. Dengan percaya dan mau mengenalNya berarti kita sudah membuka hati untuk diisi oleh Firman-Nya. Kemudian yang kedua adalah dengan melakukan 3M. “M” yang pertama adalah membaca. Dengan membaca Firman-Nya setiap hari, akan melatih diri kita untuk terus mencari Dia dan mengenalNya melalui Firman yang kita baca. “M” yang kedua adalah merenungkan. Tidak hanya sekedar membaca saja, tetapi sangat baik jikalau kita memiliki waktu untuk merenungkan Firman itu juga. Merenungkan berarti merefleksikan apa yang Tuhan katakan melalui Firman yang kita baca. Semakin baik kualitas waktu yang kita miliki untuk merenungkan Firman-Nya, maka semakin banyak hal yang bisa kita refleksikan dalam hidup kita, misalnya tentang pergumulan yang sedang kita hadapi atau kita sedang menantikan jawaban doa. Bahkan pemazmur pun mengatakan berbahagialah orang yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. Kemudian “M” yang terakhir adalah melakukan. Didalam kamus Bahasa Indonesia, melakukan berarti melaksanakan sesuatu dan ini merupakan kata kerja aktif. Seharusnya kita sebagai orang yang sudah percaya, secara aktif untuk melakukan Firman yang telah kita baca dan renungkan. Tidak hanya pasif dan berdiam diri saja. Jikalau Firman itu tidak kita lakukan maka Firman itu akan sia-sia saja. Tetapi sebaliknya, jikalau Firman itu kita lakukan didalam kehidupan kita, maka Firman itu akan hidup didalam diri kita dan akan mempengaruhi lingkungan disekitar kita bahkan dunia ini. Sudahkah kita melakukannya?

 


0 Komentar
Anda harus Login untuk memberi komentar

     Find Us on Facebook  Share on Facebook

BERITA
Ulang tahun September...
08-09-2017, Dibaca: 53
...
Ulang tahun Agustus...
16-08-2017, Dibaca: 60
...
Ulang Tahun Juni...
08-06-2017, Dibaca: 110
...
Ucapan selamat ulang tahun....
02-03-2017, Dibaca: 296
...
Lihat Semua Berita >>
ARTIKEL TERBARU
Kekristenan Dalam Kebinekaan...
oleh Madriantonius Luther Bara, S. Kom: 24-10-2017
HBD...
oleh Sem: 24-10-2017
Birtdhday...
oleh Sem: 05-05-2017
Bergantung Sepenuhnya Kepada-N...
oleh Novhita Paembonan, SKM: 02-02-2017
Hidupi Firmanku di Zamanmu!...
oleh Multina Yusuf Tandi, SKM: 23-01-2017
Kemerdekaan yang Sejati...
oleh perkantas Makassar: 27-09-2016
Awal yang Baru...
oleh Novhita Paembonan, SKM: 08-03-2016
DOSEN: Peran Strategis untuk M...
oleh HERMANA KASELLE, ST, M.Eng: 16-04-2015
Lihat Semua Artikel >>


499161

Saat ini ada 12 tamu dan 0 online user