Pokok Doa  |  Link  |  Peta Situs
Email: Password:   Lupa Password?
Kekristenan Dalam Kebinekaan
oleh Madriantonius Luther Bara, S. Kom: 24-10-2017, Dibaca: 25 kali

           Indonesia bagai perahu besar yang sedang berlayar di tengah samudera. Sampai tidaknya dengan selamat ke tujuan tergantung dari kondisi di dalam perahu  dan dari luar perahu. Bagi bangsa Indonesia, isi perahunya adalah rakyat Indonesia yang tersebar dari Sabang sampai Merauke dengan segala keberagaman suku, budaya, agama, kekayaan alam di darat, laut, dan udaranya. Sangat majemuk. Sehingga keberadaan kita sebagai orang Kristen adalah realita dalam keberagaman ini. Kekristenan di Indonesia sendiri pun adalah bhineka. Terbukti dengan adanya gereja suku, dan denominasi yang tersebar di bangsa ini. Kebhinekaan tersebut melekat dan menjadi keniscayaan bagi Indonesia selama masih ada dan juga diakui, dilindungi serta bebas berkiprah bagi bangsa.

Maka sebagai Kristen Indonesia, patutlah kita tampil dengan bangga  dengan identitas serta keunikan yang kita miliki dalam bingkai kebhinekaan ini. Identitas ini seharusnya makin terpancar setelah budi kita dibaharui oleh Roh Kudus dengan nilai-nilai kebenaran, keadilan dan kekudusan. Mau tak mau agar identitas kita dapat dilihat dan terpancar, keberadaan kita harus dikenal di semua tempat, bidang, dan profesi yang ada di Indonesia.

Kehidupan berbhineka pun tak luput dari tantangan serta ancaman. Isu radikalisme dan kebanggaan terhadap agama/denominasi/lembaga/aliran yang berlebihan, cukup menyita perhatian kita akhir-akhir ini. Ditambah dengan pola pikir ‘minoritas’ membuat nyali kita ciut untuk bersuara dan memperjuangkan keadilan, kebenaran, dan kekudusan di tengah bangsa kita. Lebih-lebih, ada segelintir Kristen Indonesia yang sudah merasa nyaman dalam hidup sehingga enggan dan abai untuk berkiprah serta mengambil resiko karena Injil.

Realita dan tantangan di atas kembali mengingatkan kita bahwa kebhinekaan adalah karunia Tuhan serta keniscayaan baik di dunia maupun di sorga kelak.  Sehingga kebhinekaan tersebut seharusnya ada di porsi timbang yang pas. Ditonjolkan tapi tidak berlebihan (radikal), selalu mawas diri tapi bukan rendah diri (minder/minoritas).

Kebinekaan pun perlu dijaga dan dipelihara dalam keadilan, kebenaran, dan kekudusan. Itu sesuai dengan kehendak Tuhan dan perlu diperjuangkan dengan segala resiko jika kebhinekaan ini dipaksa menjadi keseragaman. Karenanya, mau tak mau kita sebagai Kristen Indonesia harus berkiprah di semua tingkatan profesi, dan daerah yang khususnya belum merasakan/ mengabaikan indah dan pentingnya kebhinekaan. Bukan hanya di tempat yang nyaman dan dan tempat yang pasti menerima kekristenan kita.

Tidak mudah memang memelihara kerukunan dan kedamaian dalam perahu besar kita (Indonesia). Tapi sebagaimana Kristus telah mati untuk orang berdosa (Kristen Indonesia) tanpa pernah menghapus identitasnya, maka kita pun wajib berjuang memelihara kebhinekaan sebagai rasa syukur atas keselamatan kita.

Ditulis Oleh: Madriantonius Luther Bara, S. Kom

 

 


0 Komentar
Anda harus Login untuk memberi komentar

     Find Us on Facebook  Share on Facebook

BERITA
Ulang tahun September...
08-09-2017, Dibaca: 54
...
Ulang tahun Agustus...
16-08-2017, Dibaca: 61
...
Ulang Tahun Juni...
08-06-2017, Dibaca: 111
...
Ucapan selamat ulang tahun....
02-03-2017, Dibaca: 296
...
Lihat Semua Berita >>
ARTIKEL TERBARU
Kekristenan Dalam Kebinekaan...
oleh Madriantonius Luther Bara, S. Kom: 24-10-2017
HBD...
oleh Sem: 24-10-2017
Birtdhday...
oleh Sem: 05-05-2017
Bergantung Sepenuhnya Kepada-N...
oleh Novhita Paembonan, SKM: 02-02-2017
Hidupi Firmanku di Zamanmu!...
oleh Multina Yusuf Tandi, SKM: 23-01-2017
Kemerdekaan yang Sejati...
oleh perkantas Makassar: 27-09-2016
Awal yang Baru...
oleh Novhita Paembonan, SKM: 08-03-2016
DOSEN: Peran Strategis untuk M...
oleh HERMANA KASELLE, ST, M.Eng: 16-04-2015
Lihat Semua Artikel >>


499187

Saat ini ada 45 tamu dan 0 online user